General

Meningkatkan Kecerdasan Anak Pakai Mainan

Wow mainan  juga buakan untuk hiburan anak saja tetapi bisa meningkatkan kecerdasan anak ,dan bisa menghapal warna-warna mainan .seperti bola, mobil ,boneka ,dll selain itu juga kita harus kasih arahan dibimbing dengan orangtuanya.

jadi si anak bakal tahu apa yang  diperlihatkn orangtuanya misalkan mobil sianak pasti bakal tau mana mobil mana bola.Nah, untuk mendapatkan benefit tersebut, pastikan orangtua melakukan dengan cara benar. Antara lain dengan tidak meninggalkan si kecil main sendiri.

Demi mengetahui tips ini lebih jauh, Kompas Lifestyle bertanya langsung kepada pakar mainan dari Early Learning Centre (ELC), Bayu Wijanarko.

Berikut ini adalah tips yang bisa dilakukan orangtua agar mainan dapat membantu mendongkrak kecerdasan anak.

1. Ketahui ketertarikan anak

Sebelum membelikan anak mainan, ketahui dulu apa yang menarik bagi anak.Untuk mengetahui ketertarikan itu, dapat dimulai saat si kecil berusia 18 bulan – dua tahun. Sebab, pada fase tersebut, anak sudah mulai bisa berbicara.

“Jadi dia tahu, kalau dia tertarik, dia menyebut apa yang dia suka. Misalnya anak laki suka bola, mobil, robot dan segala macam.Ketertarikan ini penting agar dia dapat lebih mudah belajar, karena dia bermain dengan yang dia suka.

2. Sesuai rentang usia

Setelah tahu apa yang anak sukai, pastikan mainan sesuai dengan rentang usianya.Untuk anak berusia 18 bulan sampai dua tahun, karakteristik si anak baru pada tahap belajar membaca, mengenal huruf, warna hingga angka.

“Nah kita bisa gunakan flash card, karena flash card kan ada gambar dan bisa berganti-ganti jenis gambar utama, entah tentang otomotif, warna.Terakhir, langkah terpenting berupa interaksi antara orangtua dan anak saat bermain.Jika tanpa interaksi, permainan akan monoton dan tidak mendapatkan benefit.

“Misalnya kita kasih flash card aja, tanpa interaksi, dia akan lihat oh ini mobil, bola, tapi dia enggak ada interaksi dua arah.

Jika ada kehadiran orangtua, maka bisa tercipta interaksi dua arah seperti, ‘Ini mobil. Oh kalau mobil kamu warna apa? Mobil kamu jenis apa?’ atau ‘Eh ekskavator keren, fungsinya apa sih?’.

“Dia mungkin belum tahu informasi yang kita sampaikan secara utuh, tapi dengan informasi itu akan memperkaya imajinasi dia untuk memvisualisasikan saat mereka melihat di kemudian hari

saat anak melihat ekskavator, anak dapat menjawab dengan baik saat ditanya fungsinya. Targetnya adalah mencapai pemahaman si anak.

“Meskipun belum melihat secara aktual, tapi informasi yang kita bangun dua arah saat bermain tadi, itu akan meningkatkan imajinasi anak.

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *